Hujan yang dinanti kini turun kebumi
Setiap tetes memecahkan kesunyian
Antara kamu dan aku
Berkendara dalam keheningan
Setelah perpisahan yang penuh pertanyaan.
Sebelumnya saat berkendara,
Kita menjadi pusat perhatian.
Karena kebisingan yang kita timbulkan
Entah ceritaku yang menggebu
Entah lagu yang kita dendangkan
Entah tawa kita yang tak pernah kehabisan bahan.
Aku pernah menjadi wanita sebahagia itu.
Ya, sebahagia itu.
Ya, sebahagia itu.
Sampai akhirnya,
Kita berdua terhanyut dalam pikiran
Tanpa suara.
Dan tanpa kata
Tanpa suara.
Dan tanpa kata
Kau dan aku mulai duduk bertatapan
Aku tau malam ini akan menjadi malam yang sulit.
Kau bilang,
Aku di hidupmu hanya akan mejadi penghambat,
Bagimu mendapatkan apa yang kau cari.
Bagimu mendapatkan apa yang kau cari.
Kau bilang,
bahwa aku dihidupmu akan membuat asumsi berlebihan dari mereka.
Kau bilang,
bahwa aku dihidupmu hanya membawamu pada kisah tak berujung,
Yang kita sudah bisa tebak akhirnya.
Yang kita sudah bisa tebak akhirnya.
Kau bilang,
Kau sudah didesak usia,
Kau butuh kisah yang pasti.
Dan tak mungkin kau dapatkan jika aku orangnya.
Kau butuh kisah yang pasti.
Dan tak mungkin kau dapatkan jika aku orangnya.
Kau bilang,
Ibu mu khawatir jika hidupmu hanya tentang aku,
Dan lucunya Tuan, Ibuku pun berfikir seperti itu.
Dan lucunya Tuan, Ibuku pun berfikir seperti itu.
Tuan.... percakapan ini sungguh menyesakan dada.
Sungguh.
Aku berusaha menahan tangisku sejadi-jadinya.
Aku tersenyum lirih, ketika kau menceritakan tiga bulan terkahir yang kau lalui setelah menghapus aku.
Bagaimana kau bertemu dengan wanita wanita itu.
Bagaimana kau bergabung dengan komunitas mengajar anak, yang dulu adalah keinginan kita
Bagaimana kau telah membangun rumah impianmu, yang mana kau pernah berbagi mimpi itu denganku.
Bagaimana kau berdamai dengan kerapuhanmu.
Tapi Tuan...
Kau juga bilang,
Bahwa dengan tidak adanya aku dihidupmu,
Tidak ada wanita pengkritik film sebaik aku.
Yang bisa kau ajak berdebat sepanjang malam sampai suntuk.
Tidak ada wanita pengkritik film sebaik aku.
Yang bisa kau ajak berdebat sepanjang malam sampai suntuk.
Kau juga bilang,
bahwa dengan tidak adanya aku dihidupmu,
tak ada wanita yang begitu bahagianya disandingkan dengan karya- karya tua di museum.
Dan dengan gilanya mengajakmu mengelilingi semua museum di kota ini.
tak ada wanita yang begitu bahagianya disandingkan dengan karya- karya tua di museum.
Dan dengan gilanya mengajakmu mengelilingi semua museum di kota ini.
Kau juga bilang,
bahwa dengan tidak adanya aku dihidupmu,
Tidak ada wanita yang begitu hebat, yang mampu menurunkan egomu.
Sampai kau menerima pertolongan kerapuhanmu dibanding menururti ambisimu menjadi dewa.
Tidak ada wanita yang begitu hebat, yang mampu menurunkan egomu.
Sampai kau menerima pertolongan kerapuhanmu dibanding menururti ambisimu menjadi dewa.
Kau juga bilang,
Bahwa dengan tidak adanya aku dihidupmu, tak ada wanita yang bisa mengisi kekosongan hatimu sebaik aku.
Kita terdiam,
Ucapanmu menegaskan
Kau hanya mencari sosokku di wanita yang kau temui.
Kau bilang padaku,
Bahwa kelak akan ada lelaki yang bisa menjagaku, lebih baik darimu
Kau bilang padaku,
Bahwa kelak ada lelaki yang bisa membahagiakanku - lebih baik darimu.
Kau bilang padaku,
Bahwa kelak ada lelaki yang bisa menikahi aku, tidak sepertimu
Kau bilang padaku,
Bahwa kelak ada lelaki yang bisa di terima oleh ibuku, lebih dari dirimu
Kau bilang padaku,
Bahwa kita harus berlapang dada menerima keputusan Tuhan
Bahwa kita memang tidak bisa dipaksakan bersama.
Kau bilang padaku,
Bahwa kelak kita harus bahagia - dengan takdir masing masing.
Raut wajahku memanas, menahan air mata yang mati- matian ku tahan.
Dan kau beberap kali menunduk dan menyekatkan tisu keujung matamu.
Percakapan ini cukup sulit
Dunia begitu kejam pada kita bukan?
Kau bilang,
Malam ini tak akan mengubah apapun setelahnya.
Karena kita akan terus berjarak.
Kau hanya merasa harus bertemu padaku, ketika hatimu siap menjelasakan.
Dan aku sudah di tahap tak butuh alasan.
Tuan,
Rangkaian kataku telah habis.
Sama seperti harapku padamu
Aku berharap dunia akan berbaik hati memberikan apa yang kau cari.
Dan kita akan bahagia,
Dengan cara Tuhan yang terbaik.
Walau definisi bahagia bukanlah kita bersama.
“Senang berjumpa dengamu malam ini”

Comments
Post a Comment