Bulan dan Pemantik


Melihat bulan yang kembali penuh

Berulang kali setelah sinar nya memudar

Menahun di rotasi yang sama

Walau musim laksana surga dan neraka

Dia berada di garis takdir yang ditetapkan

Terus mengulang, menunggu waktu di hentikan


Lalu bagaimana dengan kita?

Aku merasa tahun - tahun berlalu begitu indah

Ku genggam tanganmu 

Menjadikanmu duniaku

Berbagi mimpi, rasa takut, dan kegilaan lainya

Bagaimana cincin yang kau sematkan dijari kecilku

Selalu aku banggakan 

Kita merayakan kebahagian

Lupa bahwa dulu kita telah padam

Pada api perpisahan


Ketakutanku bergema

Ketika kau membawa pemantik

Tanpa sadar menghidupkan api itu kembali

Aku berjuang sendiri

Mematikanya dengan air mata yang disaksikan Tuhan

Tapi tak ku kupungkiri

Api itu menyakitiku dan membakar keyakinanku

Dan kau selalu berdalih

Bahwa pemantik yang kau hempit

Hanyalah halunasi ku yang pelik


Aku merenung melihat bulan yang kembali penuh

Apakah keindahan itu hanya sementara?

Karena sebentar lagi sinarmu memudar

Dan keindahanmu akan kembali menghilang


Dan apakah kita, Akan kembali padam?









 





Comments