Penopang

Aku ingin mengukir senyum di bibirmu
setelah hari berat yang kamu lalui

Menikmati secangkir kopi

Dengan tangan saling menggengam

Seakan menjadi tanda

Bahwa apapun yang sedang terlalui

Aku disini, dan tak akan pergi


Aku ingin berkeliling kota

Melingkarkan tanganku di punggungmu

Mengambil gambar kita disetiap penjuru

Hingga lelah

Menikmati masa muda

Dan mengenangnya saat kita tua


Aku ingin duduk di sampingmu

Memakai kaos kaki kesayanganku

Dan selimut di pangkuanmu

Menikmati film horor kesukaanku

Dan terlelap di lenganmu


Aku ingin melihatmu menikmati kopi pagi

Dan sarapan yang telah ku buat

Akan ku berikan pelukan selamat pagi

Yang kamu sambut dengan kecupan di dahi


Aku ingin membawa payung untukmu

Saat tubuhmu basah kuyup karena hujan

Lalu kita berteduh sebentar

bertukar cerita

Sesekali ku usap rambutmu yang basah 


Aku ingin menyediakan bahuku

Saat kamu mengalami hari yang berat

Dan aku biarkan kamu menangis sesukamu

Dipelukanku


Aku ingin menikmati bintang di atas bukit

Mengigil, namun tetap hangat karena ada kamu di sampingku

Menyalakah api unggun

Bernyanyi

Sambil menikmati indah matamu


Aku ingin menjadi rumah yang nyaman

Yang kemanapun kamu pergi

Aku adalah tujuan akhir yang paling dirindu

Akan aku pastikan rumahku cukup hangat di hari terdinginmu

Dan cukup sejuk di hari terterikmu


Aku ingin menari denganmu

Di dapur jam 2 pagi

Saat kita sulit terlelap

Lalu mendengar kau mengucap janji

Bahwa kau tak akan pergi


Aku ingin menggandeng tanganmu

Menikmati es krim di pinggir kota

Menghitung kendaraan yang lalu lalang

sambil tertawa tanpa beban di bahumu yang tegap


Aku ingin kamu tahu

Walau nanti dunia berlaku kejam terhadapmu

Dan kamu datang dengan kekhawatiran terbesarmu 

Walau kamu tak sehebat biasanya

Walau kamu kebingungan nantinya

Aku akan disana

Mendengarkanmu

Menguatkanmu

Menopangmu dengan doa


Sederhananya,

Aku ingin bersamamu

Menua bersama

Hingga lupa waktu. 





Comments