Bunga Sang Dalang

 


Pagi itu bunga mekar

Namun tak semerakah biasanya

Entah sedari kapan

Kuncupnya layu tak sempurna


Cahaya mentari menyorot kearahku

Hangatnya membuatku merekah 

Setelah badai hebat di bulan November

Harumku kini kembali menyebar 

Membuat mentari tersenyum lebar


Aku dan mentari larut dalam keindahan tahun pertama

Cahaya mentari dan harumku 

Didengar bunga yang larut dalam kisahku yang syahdu

Mentari jatuh cinta padaku

Dengan bangga ku eluhkan berita

Keseluruh penjuru negara


Tapi entah sejak kapan

Bunga yang kukira menikmati ceritaku

Terpikat oleh sinar mentari

Dan entah sejak kapan

Ternyata durinya menusukku di pelataran


Bunga mengamati dari jauh

Cukup lama beranalisa

Hingga dia sadar 

Bahwa ego mentari dan rapuhku terlihat seperti hujan

Cukup kau atur air yang jatuh

Dan kau akan tahu siapa yang layu

Dan kau akan tahu siapa yang layak berteduh


Aku yang menari dibawah sinar mentari

Seperti triwulan biasanya

Tiba tiba tersungkur

Karena mentari tak lagi muncul

Aku sadar kakiku tertikam duri

Lalu bunga tak muncul lagi

Tarianku terhenti

Dan hujan deras pun turun di Februari

Dimana harusnya aku merekah tanpa henti


Bunga tertawa

Kini kuncupnya mekar sempurna

Karena Mentari menyinarinya walau goyah

Lalu bunga berkata “aku bisa membuatmu jatuh cinta pada harumku juga.“ 


Mentari menatap ku dalam 

Karena ketika dia pergi

Aku masih berdiri sendiri

Tertawa bersama sinar yang menghampiri

Dan itu menyakiti hatinya

Matanya masih melihatku penuh cinta

bunga kesal dan berkata


“Dia hanya butuh sinarmu untuk sembuhkan luka dari sang badai. Sadarlah! penjuru negeri menyadarinya. Kau dimanfaatkan sebisanya.”


Mentari murka

Percaya tanpa mendengar apapun dariku

Dia menyinari bunga lebih hebat dari biasanya

Bunga tersenyum dengan kelopak yang berkilau

Lalu tertawa melihatku menangis tak berdaya

“Apa rasanya jatuh dua kali? Lihat kau tak cukup baik untuk mempertahankan sang mentari atau sembuh dari luka badai.”


Aku yang bergetar berkata:

“Silahkan ambil semua yang kau mau, dan hiduplah dengan bayangan diriku.” 


Bunga berteriak “aku tak mengambil apapun darimu, mereka hanya mencari tempat pulang terbaik dan kau bukan orangnya.”


Aku menjawab sembari pergi semampuku dan berkata “Tapi kau Dalangnya.”

  • Selesai

Comments