Malam itu
Bersama hembusan angin
Yang membuat rambut dan hatimu sama - sama berantakan
Diantara keriuhan suara didalam kepala
Dan ketakuan yang mencekram logika
Kau berdiri disana
Diantara cahaya bintang dan rembulan
Diantara sunyi dan gelapnya malam
Diantara keyakinan dan keraguan yang kau genggam
Kau menyadari
Betapa cahaya sangat mudah dicintai
Sinarnya membuat malam berbinar
Terangnya membuat tawa lebih lebar
Semua orang merayakan
Semua orang bertepuk tangan
Semua orang ingin memiliki
Semua orang pasti jatuh hati
Lalu gelap diam - diam menaruh rasa iri
Betapa hadirnya tak ada yang mengingini
Hitam seakan kelam
Sunyi seakan muram
Semua orang tak menerima
Semua orang membencinya
Kau masih berdiri sendiri disana
Melihat betapa semua orang ingin memiliki cahaya
Dan semua orang mengutuki gulita
Dan kau ternyata pemilik keduanya.
Kau menghela nafas
Cahaya dan gelapmu beriringan
Mereka hanya jatuh hati pada cahaya
Akankah menerima jika kau bercengkrama dengan gulita?
Kau kini menangis
Ingin rasanya memiliki hati yang menerima dua sisi
Bahwa kau tak sempurna
Bahwa kau sudah berjalan sebisanya
Bahwa gelap membawamu
Dan terang menemanimu
Kau pencinta terang
Namun tak bisa menghapus sang malam
Kau memiliki gelap
Yang membuat sinarmu lebih gemerlap
Namun orang - orang mengutuki
Seakan kau terlahir hanya untuk menjadi suci
Dan kau lelah pada sorak sorai yang akhirnya kembali pergi
- selesai

Comments
Post a Comment